Selasa, 25 Maret 2014
Kentucky Fried Dragon Balls
Untuk merayakan dan mempromosikan film terbaru Dragon Ball Z: Battle of
Gods, pihak studio Toei Company bekerjasama dengan Kentucky Fried
Chicken Jepang dimana sang Kolonel Sanders mengenakan kostum Son Goku
dan membawa salah satu bola naga...
Ada Apa Dengan Burger King Jepang?
Burger King adalah salah satu restoran cepat saji yang paling terkenal di dunia dengan produknya yang diberi nama Whopper.
Pertama kali masuk ke Jepang pada tahun 1993, BK akhirnya menyerah
kalah karena ketatnya persaingan bisnis dengan McDonald's, MOS Burger
dan Lotteria. BK akhirnya mundur dari pasar Jepang pada tahun 2001. Tapi
dasar orang bisnis yang masih saja penasaran, pada tahun 2007 BK
memutuskan untuk membuka kembali tokonya.
Bukan hanya itu, mereka juga menciptakan paket-paket burger yang tidak lazim alias membuat mata orang terbelalak...
Ya, Burger King Jepang sekarang bisa menerima pesanan khusus. Mungkin karena ini adalah salah satu cara untuk mengambil hati orang Jepang yang memang suka dengan yang aneh-aneh. Apapun ide kita, pasti bisa terwujud selama kita mau bayar. Sato, seorang reporter di Tokyo menelepon Burger King dan bertanya apakah 1000 lembar keju dalam sebuah burger 'Whopper' adalah sesuatu yang bisa dia beli. Sang manajer kemudian setuju. Tiga hari kemudian, Sato pun pergi ke toko untuk mengambil pesanannya.
"Awalnya saya pikir burger ini rasanya akan tidak enak dan terlalu berminyak,” komentarnya. “Tetapi saya terkejut, karena ternyata rasanya sangat lembut dan gurih." Sang reporter mengacungkan jempolnya untuk Burger King: disaat keju lain hanya terasa enak ketika dilelehkan diatas hamburger, sehelai keju Burger King tetap terasa enak meskipun telah mendingin akibat ditimpa beberapa lembar keju lain diatasnya. Pak Sato berhasil menghabiskan 350 lembaran kuning tersebut sebelum akhirnya angkat tangan sambil menjelaskan bahwa "Rasanya memang enak, tetapi jika saya makan lebih dari ini, tidak akan ada tempat di dalam perut saya untuk makan malam."
Menurutnya keju Burger King adalah keju yang paling sempurna jika dibandingkan merk burger-burger keju. Mungkin sudah saatnya bagi mereka untuk berganti nama menjadi Cheese King?
Bukan hanya itu, mereka juga menciptakan paket-paket burger yang tidak lazim alias membuat mata orang terbelalak...
Ya, Burger King Jepang sekarang bisa menerima pesanan khusus. Mungkin karena ini adalah salah satu cara untuk mengambil hati orang Jepang yang memang suka dengan yang aneh-aneh. Apapun ide kita, pasti bisa terwujud selama kita mau bayar. Sato, seorang reporter di Tokyo menelepon Burger King dan bertanya apakah 1000 lembar keju dalam sebuah burger 'Whopper' adalah sesuatu yang bisa dia beli. Sang manajer kemudian setuju. Tiga hari kemudian, Sato pun pergi ke toko untuk mengambil pesanannya.
"Awalnya saya pikir burger ini rasanya akan tidak enak dan terlalu berminyak,” komentarnya. “Tetapi saya terkejut, karena ternyata rasanya sangat lembut dan gurih." Sang reporter mengacungkan jempolnya untuk Burger King: disaat keju lain hanya terasa enak ketika dilelehkan diatas hamburger, sehelai keju Burger King tetap terasa enak meskipun telah mendingin akibat ditimpa beberapa lembar keju lain diatasnya. Pak Sato berhasil menghabiskan 350 lembaran kuning tersebut sebelum akhirnya angkat tangan sambil menjelaskan bahwa "Rasanya memang enak, tetapi jika saya makan lebih dari ini, tidak akan ada tempat di dalam perut saya untuk makan malam."
Menurutnya keju Burger King adalah keju yang paling sempurna jika dibandingkan merk burger-burger keju. Mungkin sudah saatnya bagi mereka untuk berganti nama menjadi Cheese King?
Makan Di Restoran Ajisen Ramen, Mall Taman Anggrek
Kemaren, hari minggu aku ada pergi makan di restoran Ajisen Ramen di
mall Taman Anggrek. Aku makan bersama Feilie sekitar jam 8 malem. Mirip Sushi Groove, restoran ini di dekorasi dengan cahaya yang tidak terlalu terang supaya para pelanggan merasa nyaman.
Aku pesen 1 porsi 'Hot Plate' Ramen Beef Teriyaki, yaitu ramen dengan daging sapi yang disajikan diatas piring yang panas. Bener-bener panas dan bener enaknya.

Feilie, yang semakin hari semakin gembul, memesan 1 porsi Chicken Teriyaki Set yang disajikan seperti bento. Nasi, daging ayam, salad, dan... itu tahu ya?

Lalu saya pesan lagi 1 porsi Corn Ramen untuk makan tengah, yaitu ramen kuah yang dilengkapi dengan sayuran-sayuran, telur serta jagung. Ramennya lembut dan kuahnya sangat banyak.

Sang pelayan bertanya apakah mau ramen import atau ramen lokal. Katanya ramen import mereka adalah ramen asli dari Jepang, jadi aku pilih ramen import (lebih mahal Rp.10.000-an kayaknya). Kita juga bisa upgrade ke mangkok besar hanya dengan menambah Rp.5000, jadi aku pun memilih upgrade.
Dan ini dia total harganya...

Alamat:
Aku pesen 1 porsi 'Hot Plate' Ramen Beef Teriyaki, yaitu ramen dengan daging sapi yang disajikan diatas piring yang panas. Bener-bener panas dan bener enaknya.
Feilie, yang semakin hari semakin gembul, memesan 1 porsi Chicken Teriyaki Set yang disajikan seperti bento. Nasi, daging ayam, salad, dan... itu tahu ya?
Lalu saya pesan lagi 1 porsi Corn Ramen untuk makan tengah, yaitu ramen kuah yang dilengkapi dengan sayuran-sayuran, telur serta jagung. Ramennya lembut dan kuahnya sangat banyak.
Sang pelayan bertanya apakah mau ramen import atau ramen lokal. Katanya ramen import mereka adalah ramen asli dari Jepang, jadi aku pilih ramen import (lebih mahal Rp.10.000-an kayaknya). Kita juga bisa upgrade ke mangkok besar hanya dengan menambah Rp.5000, jadi aku pun memilih upgrade.
Dan ini dia total harganya...
Alamat:
Ajisen Ramen Mall Taman Anggrek Lt.4 / D04
Jl. Letjend. S. Parman Kav. 21
Jakarta 11470
Telepon: 021-5639487
Makan Di Restoran Yoshinoya, Mall Ciputra
Yup, hari ini adalah postingan makan-makan kita di restoran Yoshinoya
yang berlokasi di Mall Ciputra. Yoshinoya adalah salah satu restoran
cepat saji yang paling terkenal di Jepang karena daging sapi olahannya
yang empuk serta disajikan dalam mangkok besar.
Aku memesan menu "Large Vegetable & Beef Rice Bowl" dengan paket tempura serta ocha (teh Jepang) yang bisa di refill sepuasnya - setelah kita upgrade dengan tambahan Rp 10.000. Hmm, menurut kamu berapa orang yang benar-benar refill tehnya?
Ini dia hasil jepretan kita...


Sedangkan Vivi memesan 1 porsi "Large Yakiniku Rice Bowl" juga dengan tempura dan teh ocha yang bisa refill sepuasnya...


Setelah makan, kita ada foto-foto sedikit di dekat panggung festival Jepang-Korea gitu. Lupa nama acaranya...

Dan ini dia total harga yang harus kita bayar...

Aku memesan menu "Large Vegetable & Beef Rice Bowl" dengan paket tempura serta ocha (teh Jepang) yang bisa di refill sepuasnya - setelah kita upgrade dengan tambahan Rp 10.000. Hmm, menurut kamu berapa orang yang benar-benar refill tehnya?
Ini dia hasil jepretan kita...
Sedangkan Vivi memesan 1 porsi "Large Yakiniku Rice Bowl" juga dengan tempura dan teh ocha yang bisa refill sepuasnya...
Setelah makan, kita ada foto-foto sedikit di dekat panggung festival Jepang-Korea gitu. Lupa nama acaranya...
Dan ini dia total harga yang harus kita bayar...
Yoshinoya Citraland
Jl. Arteri S.Parman, Grogol
Jakarta - 11470
Menu Raksasa Restoran Jepang
Sudah biasa kita melihat orang-orang Jepang yang bertubuh kecil dan
ramping. Tapi bagaimana dengan porsi makanan mereka di restoran? Apa
mereka memesan semangkok nasi kecil atau yang porsinya jumbo seperti
dibawah ini?
Beberapa restoran di Jepang menyediakan porsi makanan raksasa yang dinamakan porsi "mega" (メガ) atau "jumbo" (ジャンボ) dengan harga yang tentunya lebih fantastis dari porsi normal. Misalnya seperti yang dihidangkan oleh restoran Umewaka di kota Anjo. Sushi jumbo mereka dijual dengan harga ¥15,000 atau sekitar Rp. 1.500.000,- per porsi! Dan kalau kita ingin mencobanya, kita harus memesan (dan membayar) 2 hari sebelumnya terlebih dahulu.
Beberapa restoran di Jepang menyediakan porsi makanan raksasa yang dinamakan porsi "mega" (メガ) atau "jumbo" (ジャンボ) dengan harga yang tentunya lebih fantastis dari porsi normal. Misalnya seperti yang dihidangkan oleh restoran Umewaka di kota Anjo. Sushi jumbo mereka dijual dengan harga ¥15,000 atau sekitar Rp. 1.500.000,- per porsi! Dan kalau kita ingin mencobanya, kita harus memesan (dan membayar) 2 hari sebelumnya terlebih dahulu.
Onna-Bugeisha
Pernah dengar istilah "Onna-bugeisha"?
Onna-bugeisha adalah sejenis pendekar wanita yang dulu pernah ada di Jepang. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, janda, aktivis, dan anak-anak perempuan yang pandai bermain pedang. Dan tidak hanya sebatas bermain pedang, mereka pun dapat ikut terjun ke dalam medan perang yang ganas kalau memang diharuskan.
Zaman dulu sebelum ada kelas Samurai, para petarung Jepang dilatih untuk menggunakan pedang dan tombak. Selain agar dapat melindungi keluarga, mereka juga harus memperjuangkan kehormatan mereka. Onna-bugeisha lahir dari sana. Berbeda dengan kebanyakan negara yang tidak memperbolehkan wanita ikut berperang, para wanita di Jepang justru harus belajar menggunakan pedang sejenis naginata dan kaiken, juga berlatih tantojutsu untuk melindungi diri mereka dari berbagai ancaman. Pelatihan para wanita ini biasanya bertujuan agar wilayah-wilayah di Jepang tidak kekurangan prajurit perang, meskipun jumlah petarung laki-lakinya sedikit.
Jenis pedang yang paling umum digunakan oleh para Onna adalah Naginata, yaitu sejenis pedang panjang yang ujungnya sedikit membengkok. Pedang ini terkenal efisien dan fleksibel dalam membentuk gerakan, sehingga banyak petarung menyukainya. Oleh sebab ini jugalah, pedang ini menjadi pelengkap citra diri dari para pendekar wanita.
Onna-bugeisha adalah sejenis pendekar wanita yang dulu pernah ada di Jepang. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, janda, aktivis, dan anak-anak perempuan yang pandai bermain pedang. Dan tidak hanya sebatas bermain pedang, mereka pun dapat ikut terjun ke dalam medan perang yang ganas kalau memang diharuskan.
Zaman dulu sebelum ada kelas Samurai, para petarung Jepang dilatih untuk menggunakan pedang dan tombak. Selain agar dapat melindungi keluarga, mereka juga harus memperjuangkan kehormatan mereka. Onna-bugeisha lahir dari sana. Berbeda dengan kebanyakan negara yang tidak memperbolehkan wanita ikut berperang, para wanita di Jepang justru harus belajar menggunakan pedang sejenis naginata dan kaiken, juga berlatih tantojutsu untuk melindungi diri mereka dari berbagai ancaman. Pelatihan para wanita ini biasanya bertujuan agar wilayah-wilayah di Jepang tidak kekurangan prajurit perang, meskipun jumlah petarung laki-lakinya sedikit.
Jenis pedang yang paling umum digunakan oleh para Onna adalah Naginata, yaitu sejenis pedang panjang yang ujungnya sedikit membengkok. Pedang ini terkenal efisien dan fleksibel dalam membentuk gerakan, sehingga banyak petarung menyukainya. Oleh sebab ini jugalah, pedang ini menjadi pelengkap citra diri dari para pendekar wanita.
Foto-Foto Tua Kota Hiroshima
Kota Hiroshima di bom atom oleh Amerika Serikat tepat pada hari ini 68
tahun yang lalu, tanggal 6 Agustus 1945. Berikut adalah foto-foto tua
yang diambil di Hiroshima sebelum kota itu hancur berantakan...
Langganan:
Postingan (Atom)
